Kamis, 27 Februari 2014

Laporan Praktikum Pempek dalam Sistem Koloid







Kata Pengantar


Assalamualaikum,Wr,Wb.
Syukur Alhamdulillah penyusun panjatkan kehadirat Allah S.W.T. yang telah memberikan kekuatan dan kesempatan untuk menyelesaikan laporan percobaan kami tentang “Pembuatan Pempek” tepat pada waktunya. Laporan Penelitian ini diajukan untuk memenuhi tugas ujian praktek mata pelajaran kimia.
Dalam penyusunan laporan ini, penyusun banyak mendapatkan bantuan, bimbingan serta motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, tak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada :
1.     Guru pembimbing sekaligus guru bidang studi Kimia Ibu Kuswati, S.Pd.
2.     Orang tua yang selalu memberi dorongan agar tidak putus asa dan tepat waktu mengumpulkannya serta benar dalam mengerjakannya.
3.    Teman-teman yang selalu mendukung agar tetap semangat  dalam Laporan Penelitian dan percobaan ini, mulai dari meneliti masalah hingga menyusunnya dengan benar.
4.      Teman-teman satu kelompok.
5.      Dan pihak lain yang tak bisa penyusun sebutkan satu per satu atas dukungan dan motivasinya dalam mengerjakan Laporan Percobaan ini.
Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, maka kritik dan saran yang membangun sangat penyusun harapkan untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Akhir kata, semoga hasil Laporan Percobaan ini dapat bermanfaat bagi penyusun pada khususnya untuk mendapatkan nilai yang baik dan pengalaman yang menarik dan dunia pendidikan pada umumnya. Amin Ya Rabbal Alamin.

Bandung, 24 Pebruari 2014

   Penyusun     


Daftar Isi

Kata Pengantar   ..................................................................................................................  i
Daftar Isi   ...........................................................................................................................   ii
BAB I : Pendahuluan
Latar Belakang   ......................................................................................................   1
Rumusan Masalah   .................................................................................................   1
Tujuan Penelitian   ..................................................................................................  
1
Waktu Pelaksanaan     .............................................................................................   2
Manfaat Penelitian   ................................................................................................  
2
BAB II : Landasan Teori
Teori Mengenai Koloid ……………………..........................................................    3


BAB III : Percobaan
Alat dan Bahan           .............................................................................................   6
Cara Kerja       .........................................................................................................   7
Hasil
Percobaan   .....................................................................................................  8
BAB IV : Penutup
Kesimpulan   ...........................................................................................................   9
Lampiran   ...........................................................................................................................   iii
Daftar Pustaka                 ................................................................................................................   iv

BAB I
Pendahuluan

A. Latar Belakang
Sistem koloid merupakan suatu bentuk campuran (sistem dispersi) dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 - 100 nm), sehingga terkena efek Tyndall. Bersifat homogen berarti partikel terdispersi tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain yang dikenakan kepadanya; sehingga tidak terjadi pengendapan, misalnya. Sifat homogen ini juga dimiliki oleh larutan, namun tidak dimiliki oleh campuran biasa (suspensi).
Koloid mudah dijumpai di mana-mana: susu, agar-agar, tinta, sampo, serta awan merupakan contoh-contoh koloid yang dapat dijumpai sehari-hari. Sitoplasma dalam sel juga merupakan sistem koloid. Kimia koloid menjadi kajian tersendiri dalam kimia industri karena kepentingannya.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam percobaan kami adalah :
1. Apakah pempek termasuk jenis makanan koloid ?
2. Apa sajakah sifat koloid yang terkandung di dalam pempek?

C. Tujuan Percobaan
- Membuat sebuah produk sistem koloid.
- Menjelaskan sifat koloid dari produk yang kami buat.
D. Waktu Pelaksanaan Percobaan
-   Hari / Tanggal    : Senin, 24 Pebruari 2014
-   Waktu                :  Pukul 15.00 WIB - Selesai
-   Tempat               :  Rumah Viani

E. Manfaat Percobaan
Diharapkan dengan adanya percobaan yang telah kami buat dapat berguna bagi dunia pendidikan khususnya dan masyarakat umum. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberi gambaran pada masyarakat luas tentang produk atau makanan yang mengandung sistem koloid.






BAB II
Landasan Teori

A. Teori Mengenai Koloid
Pengertian Koloid
Koloid berasal dari kata “kolia” yang dalam bahasa Yunani berarti “lem”. Koloid atau disebut juga sistem koloid merupakan sistem dispersi dengan ukuran partikel yang lebih besar daripada larutan, tetapi lebih kecil dari suspensi. Ukuran partikeel koloid antara 1 – 100 nm. Secara makroskopis, kolid terlihat bersifat homogen tetapi jika diamati menggunakan mikroskop, koloid bersifat heterogen. Sistem koloid terdiri ats dua fasa, yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi.


Sifat-sifat Koloid
·    Efek Tyndall
Gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid.
·    Gerak Brown
Gerakan partikel dengan lintasan lurus dan arah yang acak (zig-zag).
·    Adsorpsi
Peristiwa penyerapan muatan oleh permukaan-permukaan partikel koloid.
·    Koagulasi
Peristiwa menggumpalnya koloid dan membentuk endapan.
·    Kestabilan Koloid
Karena sifat koloid yang kurang stabil maka ada beberapa cara yang dilakukan untuk mempertahankan kestabilan koloid tersebu, antara lain adalah elektroforesis, dialisis, dan koloid pelindung. Elektroforesis adalah peristiwa pemisahan partikel koloid yang bermuatan dengan menggunakan arus listrik. Dialisis adalah pemisahan koloid dari ion-ion pengganggu. Koloid pelindung adalah koloid yang bersifat dapat melindungi koloid lain dari proses koagulasi.
·    Koloid Liofil dan Koloid Liofob
Berdasarkan interaksi antara partikel terdispersi dengan medium pendispersinya, sistem koloid dibedakan menjadi dua macam, yaitu koloid liofil dan koloid liofob. Koloid liofil adalah koloid yang fase terdispersinya suka menarik medium pendispersinya. Contohnya adalah dispersi sabun, kanji, deterjen. Sedangkan koloid liofob adalah sistem koloid yang fase terdispersinya tidak suka menarik medium pendispersinya. Contohnya adalah sol logam, sol Fe(OH)3.

Pembuatan Koloid
Koloid dibuat dengan dua cara yaitu, cara dispersi dan kondensasi. Cara dispersi dilakukan dengan memperkecil ukuran partikel. Cara dispersi dibagi lagi menjadi :
1.       Dispersi langsung (mekanik)
Menurut cara ini, butir-butir kasar digerus dengan lumping atau penggiling koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu, kemudian diaduk dengan medium dispersi
2.       Peptisasi
Proses peptisasi dilakukan dengan cara memecah partikel-partikel besar dengan menambahkan ion sejenis (zat pemecah tertentu).
3.        Busur Bredig
Busur bredig adalah suatu alat yang khusus digunakan untuk membentuk koloid logam.
Cara kondensasi dilakukan dengan memperbesar ukuran partikel, umumnya dari larutan diubah menjadi koloid. Cara kondensasi dibagi lagi menjadi:
1.      Reaksi Hidrolisis
Reaksi ini umumnya digunakan untuk membentuk koloid basa dari garam yang dihidrolisis (direaksikan dengan air).
2.      Reaksi Redoks
Reaksi ini melibatkan perubahan bilangan oksidasi. Contohnya adalah pembuatan sol belerang dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan.
3.      Pertukaran Ion
Reaksi pertukaran ion umumnya dilakukan untuk membuat koloid dari zat-zat yang sukar larut (endapan) yang dihasilkan pada reaksi kimia.
4.      Penggantian Pelarut
Selain dengan cara-cara kimia, koloid juga dapat terjadi dengan penggantian pelarut. Contohnya adalah apabila larutan jenuh kalsium asetat dicampur dengan alkohol, maka akan terbentuk suatu koloid berupa gel.

 Penerapan Sistem Koloid
Penerapan sistem koloid dapat kita temukan di kehidupan sehari-hari bahkan contoh dari sistem koloid itu sendiri. Penerapan dari sifat sistem koloid diaplikasikan dalam kegiatan cuci darah, pengolahan air bersih dsb. Sedangkan untuk contoh koloidnya kita bisa menemukannya dalam pangan yang kita konsumsi sehari-hari. Contohnya adalah agar-agar, susu, teh, cireng, cake, pempek dll. Pempek adalah salah satu produk yang memanfaatkan sistem koloid dalam pembuatannya. Adonannya merupakan koloid berjenis gel sedangkan kuahnya adalah emulsi.




BAB III
Percobaan

A. Alat dan Bahan
Alat :
-          Sendok 3 buah
-          Wajan 1 buah
-          Kompor 1 buah
-          Coet 1 buah
-          Mutu 1 buah
-          Panci 1 buah
-          Blender 1 buah
-          Piring 2 buah
-          Baskom 1 buah
-          Mangkok 1 buah
-          Pisau 1 buah
-          Telenan 1 buah

Bahan :
-          Ikan tenggiri giling ½ kg
-          Tepung beras secukupnya
-          Tepung terigu secukupnya
-          Garam secukupnya
-          Gula secukupnya
-          Merica secukupnya
-          Telur 2 buah
-          Penyedap rasa secukupnya
-          Cabai rawit 2 buah
-          Minyak goreng secukupnya
-          Air 1 liter
-          Gula merah 200 gr
-          Bawang putih 3 siung
-          Bawang merah 1 siung
-          Bawang daun secukupnya
-          Asam jawa 2 buah

B. Cara Kerja :
-   Membuat Pempek
1. Membuat adonan untuk ikan, dengan cara menghaluskan bawang putih dengan bawang merah dan diberi penyedap, garam, dan gula secukupnya.
2. Campur ikan giling dengan adonan yang telah dibuat dan diberikan air, garam, dan penyedap rasa hingga benar-benar larut dan cukup asinnya.
3.    Tambahkan tepung terigu dan tepung beras sampai adonan kalis
4.     Bentuklah adonan pempek sesuai yang diinginkan.
5.    Rebus dalam air mendidih dengan api sedang hingga mengapung. Angkat, tiriskan. Masukkan dalam air dingin. Tiriskan.
6.    Goreng pempek dengan minyak panas dan api sedang. Sajikan.

-          Membuat Kuah Pempek
1.   Masak gula merah bersama air secukupnya hingga larut.
2.   Haluskan bawang putih, cabai rawit, dan asam jawa lalu tambahkan ke dalam rebusan  gula dan didihkan.
3. Masukkan garam dan merica. Rebus dengan api kecil selama 1 jam hingga agak kental. Angkat dan saring.




C. Hasil Pengamatan
Dari produk yang kelompok kami buat yaitu pempek, produk yang kami buat ini ada hubungannya dengan koloid. Wujud awal dari tepung beras dan tepung terigu adalah butiran padat. Setelah tepung terigu dan tepung beras dicampur dengan bahan lainnya dan sedikit air maka tepung terigu dan tepung beras berubah wujud menjadi gumpalan padat yang lunak. Proses yang terjadi adalah proses pengadukan sehingga terbentuk adonan yang kalis. Itu terjadi karena partikel pati bercampur dengan air. Partikel pati tersebut pecah dan mengembang. Peristiwa yang terjadi dinamakan gelatinasi yang tak lain merupakan proses koagulasi. Jika tepung dicampur dengan sedikit air maka tepung tersebut berubah wujud menjadi sistem koloid berupa gel.
Sedangkan kuahnya merupakan sistem koloid emulsi. Larutan dari kuah tersebut terlihat sebagai larutan homogen tetapi sebenarnya larutan tersebut bersifat heterogen. Pada larutan kuah pempek tersebut terdapat fasa terdispersi dan fasa pendispersinya. Jika kuah tersebut kita saring maka partikel gula merah tidak dapat terpisah dari air.





BAB IV
Penutup

A. Kesimpulan
Setelah kami melakukan percobaan, proses pembuatan koloid itu terjadi ketika kami mencampurkan tepung dengan sedikit air lalu mengaduknya. Pembuatan koloid seperti itu termasuk ke dalam cara dispersi. Karena tepung sudah dalam keadaan halus, maka kita hanya perlu mencampurnya dengan fasa pendispersinya. Lalu, pada pembuatan adonan pempek yang merupakan sistem koloid, terjadi pula sifat dari koloid yaitu, koagulasi.
Proses pembuatan kuah pempek juga merupakan proses dispersi. Pada kejadian ini gula dilarutkan ke dalam air dengan proses pemanasan. Dari seluruh kejadian itu, kita dapat menyimpulkan bahwa dengan bahan yang ada di sekitar, kita bisa membuat sistem koloid dan peristiwa yang berhubungan dengan koloid banyak berlangsung dalam kehidupan kita tanpa kita sadari.










Daftar Pustaka



Tidak ada komentar:

Posting Komentar