Kata Pengantar
Assalamualaikum,Wr,Wb.
Syukur
Alhamdulillah penyusun panjatkan kehadirat Allah S.W.T. yang telah memberikan
kekuatan dan kesempatan untuk menyelesaikan laporan percobaan kami tentang
“Pembuatan Pempek” tepat pada waktunya. Laporan Penelitian ini diajukan untuk
memenuhi tugas ujian praktek mata pelajaran kimia.
Dalam
penyusunan laporan ini, penyusun banyak mendapatkan bantuan, bimbingan serta
motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, tak lupa penyusun ucapkan terima
kasih kepada :
1. Guru pembimbing sekaligus guru bidang studi Kimia Ibu Kuswati, S.Pd.
2. Orang tua yang selalu memberi dorongan agar
tidak putus asa dan tepat waktu mengumpulkannya serta benar dalam
mengerjakannya.
3. Teman-teman yang selalu mendukung agar tetap
semangat dalam Laporan Penelitian dan
percobaan ini, mulai dari meneliti masalah hingga menyusunnya dengan benar.
4. Teman-teman satu kelompok.
5. Dan pihak lain yang tak bisa penyusun sebutkan
satu per satu atas dukungan dan motivasinya dalam mengerjakan Laporan Percobaan ini.
Penyusun
menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, maka kritik dan saran
yang membangun sangat penyusun harapkan untuk perbaikan dimasa yang akan
datang. Akhir kata, semoga hasil Laporan Percobaan ini dapat bermanfaat bagi
penyusun pada khususnya untuk mendapatkan nilai yang baik dan pengalaman yang
menarik dan dunia pendidikan pada umumnya. Amin Ya Rabbal Alamin.
Bandung, 24 Pebruari
2014
Penyusun
Daftar Isi
Kata
Pengantar .................................................................................................................. i
Daftar Isi
........................................................................................................................... ii
BAB I :
Pendahuluan
Latar
Belakang
...................................................................................................... 1
Rumusan Masalah ................................................................................................. 1
Tujuan Penelitian .................................................................................................. 1
Waktu Pelaksanaan ............................................................................................. 2
Manfaat Penelitian ................................................................................................ 2
Rumusan Masalah ................................................................................................. 1
Tujuan Penelitian .................................................................................................. 1
Waktu Pelaksanaan ............................................................................................. 2
Manfaat Penelitian ................................................................................................ 2
BAB II :
Landasan Teori
Teori Mengenai Koloid …………………….......................................................... 3
BAB III :
Percobaan
Alat dan Bahan ............................................................................................. 6
Cara Kerja ......................................................................................................... 7
Hasil Percobaan ..................................................................................................... 8
Cara Kerja ......................................................................................................... 7
Hasil Percobaan ..................................................................................................... 8
BAB IV :
Penutup
Kesimpulan
........................................................................................................... 9
Lampiran ........................................................................................................................... iii
Daftar Pustaka
................................................................................................................ iv
BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Sistem
koloid merupakan suatu bentuk campuran (sistem dispersi) dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki
ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 - 100 nm), sehingga terkena efek Tyndall. Bersifat homogen berarti partikel
terdispersi tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain yang
dikenakan kepadanya; sehingga tidak terjadi pengendapan, misalnya. Sifat
homogen ini juga dimiliki oleh larutan, namun tidak dimiliki oleh campuran
biasa (suspensi).
Koloid
mudah dijumpai di mana-mana: susu, agar-agar, tinta, sampo,
serta awan merupakan contoh-contoh koloid yang dapat dijumpai sehari-hari. Sitoplasma dalam sel juga merupakan sistem koloid. Kimia koloid menjadi kajian tersendiri dalam kimia industri karena kepentingannya.
B. Rumusan Masalah
Dari
latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam percobaan kami adalah :
1.
Apakah pempek termasuk jenis makanan koloid ?
2. Apa
sajakah sifat koloid yang terkandung di dalam pempek?
C. Tujuan Percobaan
-
Membuat sebuah produk sistem koloid.
-
Menjelaskan sifat koloid dari produk yang kami buat.
D. Waktu Pelaksanaan
Percobaan
-
Hari / Tanggal : Senin, 24
Pebruari 2014
-
Waktu
: Pukul 15.00 WIB - Selesai
-
Tempat
: Rumah Viani
E. Manfaat Percobaan
Diharapkan dengan adanya percobaan yang telah kami buat dapat berguna
bagi dunia pendidikan khususnya dan masyarakat umum. Penelitian ini juga diharapkan
dapat memberi gambaran pada masyarakat luas tentang produk atau
makanan yang mengandung sistem koloid.
BAB II
Landasan
Teori
A. Teori
Mengenai Koloid
Pengertian Koloid
Koloid berasal dari kata “kolia” yang
dalam bahasa Yunani berarti “lem”. Koloid atau disebut juga sistem
koloid merupakan sistem dispersi dengan ukuran partikel yang lebih besar
daripada larutan, tetapi lebih kecil dari suspensi. Ukuran partikeel koloid
antara 1 – 100 nm. Secara makroskopis, kolid terlihat bersifat homogen tetapi
jika diamati menggunakan mikroskop, koloid bersifat heterogen. Sistem koloid
terdiri ats dua fasa, yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi.
Sifat-sifat Koloid
· Efek Tyndall
Gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh
partikel-partikel koloid.
· Gerak Brown
Gerakan partikel dengan lintasan lurus dan arah yang acak
(zig-zag).
· Adsorpsi
Peristiwa penyerapan muatan oleh permukaan-permukaan
partikel koloid.
· Koagulasi
Peristiwa menggumpalnya koloid dan membentuk endapan.
· Kestabilan Koloid
Karena sifat koloid yang kurang stabil maka ada beberapa
cara yang dilakukan untuk mempertahankan kestabilan koloid tersebu, antara lain
adalah elektroforesis, dialisis, dan koloid pelindung. Elektroforesis adalah
peristiwa pemisahan partikel koloid yang bermuatan dengan menggunakan arus
listrik. Dialisis adalah pemisahan koloid dari ion-ion pengganggu. Koloid
pelindung adalah koloid yang bersifat dapat melindungi koloid lain dari proses
koagulasi.
· Koloid Liofil dan Koloid Liofob
Berdasarkan interaksi antara partikel terdispersi dengan
medium pendispersinya, sistem koloid dibedakan menjadi dua macam, yaitu koloid
liofil dan koloid liofob. Koloid liofil adalah koloid yang fase terdispersinya
suka menarik medium pendispersinya. Contohnya adalah dispersi sabun, kanji,
deterjen. Sedangkan koloid liofob adalah sistem koloid yang fase terdispersinya
tidak suka menarik medium pendispersinya. Contohnya adalah sol logam, sol
Fe(OH)3.
Pembuatan Koloid
Koloid
dibuat dengan dua cara yaitu, cara dispersi dan kondensasi. Cara dispersi
dilakukan dengan memperkecil ukuran partikel. Cara dispersi dibagi lagi menjadi
:
1. Dispersi langsung (mekanik)
Menurut cara ini, butir-butir kasar
digerus dengan lumping atau penggiling koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan
tertentu, kemudian diaduk dengan medium dispersi
2. Peptisasi
Proses peptisasi dilakukan dengan
cara memecah partikel-partikel besar dengan menambahkan ion sejenis (zat pemecah
tertentu).
3. Busur Bredig
Busur
bredig adalah suatu alat yang khusus digunakan untuk membentuk koloid logam.
Cara
kondensasi dilakukan dengan memperbesar ukuran partikel, umumnya dari larutan diubah menjadi koloid. Cara
kondensasi dibagi lagi menjadi:
1. Reaksi Hidrolisis
Reaksi ini umumnya digunakan untuk membentuk koloid basa
dari garam yang dihidrolisis (direaksikan dengan air).
2. Reaksi Redoks
Reaksi ini melibatkan perubahan bilangan oksidasi. Contohnya
adalah pembuatan sol belerang dengan mengalirkan gas H2S ke dalam
larutan.
3. Pertukaran Ion
Reaksi pertukaran ion umumnya dilakukan untuk membuat koloid
dari zat-zat yang sukar larut (endapan) yang dihasilkan pada reaksi kimia.
4. Penggantian Pelarut
Selain dengan cara-cara kimia, koloid juga dapat terjadi
dengan penggantian pelarut. Contohnya adalah apabila larutan jenuh kalsium
asetat dicampur dengan alkohol, maka akan terbentuk suatu koloid berupa gel.
Penerapan Sistem Koloid
Penerapan sistem koloid dapat kita
temukan di kehidupan sehari-hari bahkan contoh dari sistem koloid itu sendiri.
Penerapan dari sifat sistem koloid diaplikasikan dalam kegiatan cuci darah,
pengolahan air bersih dsb. Sedangkan untuk contoh koloidnya kita bisa
menemukannya dalam pangan yang kita konsumsi sehari-hari. Contohnya adalah
agar-agar, susu, teh, cireng, cake, pempek dll. Pempek adalah salah satu produk
yang memanfaatkan sistem koloid dalam pembuatannya. Adonannya merupakan koloid
berjenis gel sedangkan kuahnya adalah emulsi.
BAB III
Percobaan
A. Alat dan
Bahan
Alat :
-
Sendok 3 buah
-
Wajan 1 buah
-
Kompor 1 buah
-
Coet 1 buah
-
Mutu 1 buah
-
Panci 1 buah
-
Blender 1 buah
-
Piring 2 buah
-
Baskom 1 buah
-
Mangkok 1 buah
-
Pisau 1 buah
-
Telenan 1 buah
Bahan :
-
Ikan tenggiri giling ½ kg
-
Tepung beras secukupnya
-
Tepung terigu secukupnya
-
Garam secukupnya
-
Gula secukupnya
-
Merica secukupnya
-
Telur 2 buah
-
Penyedap rasa secukupnya
-
Cabai rawit 2 buah
-
Minyak goreng secukupnya
-
Air 1 liter
-
Gula merah 200 gr
-
Bawang putih 3 siung
-
Bawang merah 1 siung
-
Bawang daun secukupnya
-
Asam jawa 2 buah
B. Cara
Kerja :
- Membuat Pempek
1. Membuat
adonan untuk ikan, dengan cara menghaluskan bawang putih dengan bawang merah
dan diberi penyedap, garam, dan gula secukupnya.
2. Campur ikan giling dengan adonan yang
telah dibuat dan diberikan air,
garam, dan penyedap rasa hingga benar-benar larut dan cukup asinnya.
3. Tambahkan tepung terigu dan tepung beras sampai adonan kalis
4. Bentuklah adonan pempek sesuai yang diinginkan.
5. Rebus dalam air mendidih dengan api sedang hingga mengapung.
Angkat, tiriskan. Masukkan
dalam air dingin. Tiriskan.
6. Goreng pempek dengan minyak panas dan api sedang. Sajikan.
-
Membuat Kuah Pempek
1. Masak gula merah bersama air secukupnya hingga larut.
2. Haluskan bawang putih, cabai rawit, dan asam jawa lalu
tambahkan ke dalam rebusan gula dan didihkan.
3. Masukkan
garam dan merica. Rebus dengan api kecil selama 1 jam hingga agak kental.
Angkat dan saring.
C. Hasil Pengamatan
Dari produk yang kelompok kami buat yaitu
pempek, produk yang kami buat ini ada hubungannya dengan koloid. Wujud awal
dari tepung beras dan tepung terigu adalah butiran padat. Setelah tepung terigu dan
tepung beras dicampur
dengan bahan lainnya dan sedikit air maka tepung terigu dan
tepung beras berubah
wujud menjadi gumpalan padat yang lunak. Proses yang terjadi adalah proses pengadukan sehingga terbentuk adonan yang
kalis. Itu terjadi karena partikel pati bercampur dengan air. Partikel pati
tersebut pecah dan mengembang. Peristiwa yang terjadi dinamakan gelatinasi yang
tak lain merupakan proses koagulasi. Jika tepung dicampur dengan sedikit air
maka tepung tersebut berubah wujud menjadi sistem koloid berupa gel.
Sedangkan kuahnya merupakan sistem
koloid emulsi. Larutan dari kuah tersebut terlihat sebagai larutan homogen
tetapi sebenarnya larutan tersebut bersifat heterogen. Pada larutan kuah pempek
tersebut terdapat fasa terdispersi dan fasa pendispersinya. Jika kuah tersebut
kita saring maka partikel gula merah tidak dapat terpisah dari air.
BAB IV
Penutup
A. Kesimpulan
Setelah kami
melakukan percobaan, proses
pembuatan koloid itu terjadi ketika kami mencampurkan tepung dengan sedikit air
lalu mengaduknya. Pembuatan
koloid seperti itu termasuk ke dalam cara dispersi. Karena tepung sudah dalam
keadaan halus, maka kita hanya perlu mencampurnya dengan fasa pendispersinya.
Lalu, pada pembuatan adonan pempek yang merupakan sistem koloid, terjadi pula
sifat dari koloid yaitu, koagulasi.
Proses pembuatan kuah pempek juga
merupakan proses dispersi. Pada kejadian ini gula dilarutkan ke dalam air
dengan proses pemanasan. Dari seluruh kejadian itu, kita dapat menyimpulkan
bahwa dengan bahan yang ada di sekitar, kita bisa membuat sistem koloid dan
peristiwa yang berhubungan dengan koloid banyak berlangsung dalam kehidupan
kita tanpa kita sadari.
Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:
Posting Komentar