Jumat, 28 Februari 2014

Pemahaman tentang koloid

Koloid

Pengertian Sistem Koloid

Nama koloid untuk pertama kali diberikan oleh Thomas Graham pada tahun 1861. Istilah koloid berasal dari bahasa Yunani, yaitu kolla yang berarti lem dan oid yang berarti seperti. Secara harfiah, koloid dapat diartikan seperti lem. Karena, koloid diibaratkan seperti lem dalam hal kemampuan difusinya.
NO
Larutan
Koloid
Suspensi
1
1 fase
2 fase
2 fase
2
Jernih
Keruh
Keruh
3
Homogen
Antara homogen dan heterogen
Heterogen
4
diameter partikel <1nm
diameter partikel 1 nm < d < 100 nm
diameter partikel >100 nm
5
Tidak dapat disaring
Tidak dapat disaring dengan penyaring biasa
Dapat disaring
6
Tidak memisah jika didiamkan
Tidak memisah jika didiamkan
Memisah jika didiamkan
Perbedaan larutan, koloid, dan suspensi:

Secara sepintas, koloid hampir sama dengan larutan. Namun, untuk membuktikan apakah suatu campuran itu dapat digolongkan koloid atau bukan, maka diperlukan suatu alat bantu, yaitu mikroskop ultra karena ukuran yang sangat kecil.


Jenis-jenis Sistem Koloid
Jenis-jenis sistem koloid terbagi menjadi yaitu koloid sol, koloid emulsi dan koloid buih. Sistem koloid diberi nama berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersinya.
No
Fase terdispersi
Medium pendispersi
Jenis koloid
Contoh
1
Padat
Padat
Sol padat
Intan hitam, kaca warna
2
Cair
Emulsi padat
Keju, mentega
3
Gas
Busa padat
Batu apung, kerupuk
4
Padat
Cair
Sol, gel
Pati dalam air, cat, jelly
5
Cair
Emulsi
Susu, mayonaise, santan
6
Gas
Busa
Krim, pasta
7
Padat
Gas
Aerosol padat
Debu, asap
8
Cair
Aerosol cair
Awan, kabut
Pempek termasuk kedalam jenis koloid sol, yaitu padat dalam cair dan mempunyai sifat liofil.

Koloid Sol
 
Koloid sol merupakan koloid yang terbentuk dari fase zat terdispersi padat. Koloid sol ada tiga jenis, yaitu:
a. Sol padat (padat-padat)
Sol padat adalah jenis koloid dengan fase zat padat terdispersi dan fase zat pendispersi padat. Contoh sol padat adalah logam paduan, kaca berwarna, intan hitam, dan baja.
b. Sol cair (padat-cair)
Sol cair atau biasa disebut sol saja adalah jenis koloid dengan fase zat padat terdispersi dan fase zat pendispersi cair. Contoh: cat, tinta, dan kanji. 
c. Sol gas (padat-gas)
Sol gas atau biasa disebut aerosol padat adalah jenis koloid dengan zat fase padat terdispersi dalam zat fase gas. Contoh: asap dan debu.

Berdasarkan sifat adsorbsi yang dimiliki oleh koloid sol, koloid sol dibedakan menjadi 2, yaitu sol liofil dan sol liofob.
a. Sol Liofil
Sol liofil adalah sol yang zat terdispersinya akan menarik dan mengadsorpsi molekul mediumnya. Bila sol tersebut menggunakan air sebagai mediumnya, maka disebut hidrofil.. Contoh sol hidrofil adalah kanji, protein, sabun, agar-agar, detergen, dan gelatin. 
b. Sol Liofob
Sol liofob adalah sol yang zat terdispersinya tidak menarik dan tidak mengadsorpsi molekul mediumnya. Bila sol tersebut menggunakan air sebagai mediumnya, maka disebut hidrofob. Contoh sol hidrofob adalah sol sulfida, sol logam, sol belerang, dan sol Fe(OH)3.
Sol liofil lebih kental daripada mediumnya dan tidak terkoagulalsi jika ditambah sedikit elektrolit. Oleh karena itu, koloid liofil lebih stabil jika dibandingkan koloid liofob.
 Perbandingan sifat sol liofil dan liofob
No
Sifat
Sol liofil
Sol liofob
1
Daya adsorpsi terhadap medium
Kuat, mudah mengadsorpsi
Tidak mengadsorpsi mediumnya
2
Efek tyndall
Kurang jelas
Sangat jelas
3
Viskositas (kekentalan)
Lebih besar dari pada mediumnya
Hampir sama dengan mediumnya
4
Koagulasi
Sukar
Mudah (kurang stabil)
5
Lain-lain
Bersifat reversibel
Irreversibel (jika sudah menggumpal sukar dikoloidkan kembali










Kamis, 27 Februari 2014

Laporan Praktikum Pempek dalam Sistem Koloid







Kata Pengantar


Assalamualaikum,Wr,Wb.
Syukur Alhamdulillah penyusun panjatkan kehadirat Allah S.W.T. yang telah memberikan kekuatan dan kesempatan untuk menyelesaikan laporan percobaan kami tentang “Pembuatan Pempek” tepat pada waktunya. Laporan Penelitian ini diajukan untuk memenuhi tugas ujian praktek mata pelajaran kimia.
Dalam penyusunan laporan ini, penyusun banyak mendapatkan bantuan, bimbingan serta motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, tak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada :
1.     Guru pembimbing sekaligus guru bidang studi Kimia Ibu Kuswati, S.Pd.
2.     Orang tua yang selalu memberi dorongan agar tidak putus asa dan tepat waktu mengumpulkannya serta benar dalam mengerjakannya.
3.    Teman-teman yang selalu mendukung agar tetap semangat  dalam Laporan Penelitian dan percobaan ini, mulai dari meneliti masalah hingga menyusunnya dengan benar.
4.      Teman-teman satu kelompok.
5.      Dan pihak lain yang tak bisa penyusun sebutkan satu per satu atas dukungan dan motivasinya dalam mengerjakan Laporan Percobaan ini.
Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, maka kritik dan saran yang membangun sangat penyusun harapkan untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Akhir kata, semoga hasil Laporan Percobaan ini dapat bermanfaat bagi penyusun pada khususnya untuk mendapatkan nilai yang baik dan pengalaman yang menarik dan dunia pendidikan pada umumnya. Amin Ya Rabbal Alamin.

Bandung, 24 Pebruari 2014

   Penyusun     


Daftar Isi

Kata Pengantar   ..................................................................................................................  i
Daftar Isi   ...........................................................................................................................   ii
BAB I : Pendahuluan
Latar Belakang   ......................................................................................................   1
Rumusan Masalah   .................................................................................................   1
Tujuan Penelitian   ..................................................................................................  
1
Waktu Pelaksanaan     .............................................................................................   2
Manfaat Penelitian   ................................................................................................  
2
BAB II : Landasan Teori
Teori Mengenai Koloid ……………………..........................................................    3


BAB III : Percobaan
Alat dan Bahan           .............................................................................................   6
Cara Kerja       .........................................................................................................   7
Hasil
Percobaan   .....................................................................................................  8
BAB IV : Penutup
Kesimpulan   ...........................................................................................................   9
Lampiran   ...........................................................................................................................   iii
Daftar Pustaka                 ................................................................................................................   iv

BAB I
Pendahuluan

A. Latar Belakang
Sistem koloid merupakan suatu bentuk campuran (sistem dispersi) dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 - 100 nm), sehingga terkena efek Tyndall. Bersifat homogen berarti partikel terdispersi tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain yang dikenakan kepadanya; sehingga tidak terjadi pengendapan, misalnya. Sifat homogen ini juga dimiliki oleh larutan, namun tidak dimiliki oleh campuran biasa (suspensi).
Koloid mudah dijumpai di mana-mana: susu, agar-agar, tinta, sampo, serta awan merupakan contoh-contoh koloid yang dapat dijumpai sehari-hari. Sitoplasma dalam sel juga merupakan sistem koloid. Kimia koloid menjadi kajian tersendiri dalam kimia industri karena kepentingannya.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam percobaan kami adalah :
1. Apakah pempek termasuk jenis makanan koloid ?
2. Apa sajakah sifat koloid yang terkandung di dalam pempek?

C. Tujuan Percobaan
- Membuat sebuah produk sistem koloid.
- Menjelaskan sifat koloid dari produk yang kami buat.
D. Waktu Pelaksanaan Percobaan
-   Hari / Tanggal    : Senin, 24 Pebruari 2014
-   Waktu                :  Pukul 15.00 WIB - Selesai
-   Tempat               :  Rumah Viani

E. Manfaat Percobaan
Diharapkan dengan adanya percobaan yang telah kami buat dapat berguna bagi dunia pendidikan khususnya dan masyarakat umum. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberi gambaran pada masyarakat luas tentang produk atau makanan yang mengandung sistem koloid.






BAB II
Landasan Teori

A. Teori Mengenai Koloid
Pengertian Koloid
Koloid berasal dari kata “kolia” yang dalam bahasa Yunani berarti “lem”. Koloid atau disebut juga sistem koloid merupakan sistem dispersi dengan ukuran partikel yang lebih besar daripada larutan, tetapi lebih kecil dari suspensi. Ukuran partikeel koloid antara 1 – 100 nm. Secara makroskopis, kolid terlihat bersifat homogen tetapi jika diamati menggunakan mikroskop, koloid bersifat heterogen. Sistem koloid terdiri ats dua fasa, yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi.